Minggu, 22 Januari 2017

Dungeon Defence Prologue Bahasa Indonesia


Translate: Made
Editor : AnandhaZou

Apakah kau tau bagaimana bila dunia ini berakhir?
[Yes]       [No]

Prologue

"Apakah kau percaya mengenai ramalan?"

"Maakan aku, Yang Mulia. Tapi gadis ini tidak percaya pada takhayul."

"Sayang sekali. Takhayul itu merupakan sesuatu yang agung. Mereka dapat memberikan penyegaran bagi kehidupan seseorang."

Hening.

Kerumunan yang terdapat lima ribu orang itu hanya diam mendengarkan percakapan antara ke dua orang itu.

Di satu sisi berdiri seorang wanita cantik. Dia adalah seorang bangsawan yang memerintah kota ini, dia juga orang yang telah dikalahkan dalam peperangan ini.

Di sisi lain duduk seorang pria gelap. Mengenakan jubah berwarna hitam dan berpakaian pakaian yang sama hitam, jika dapat digambarkan ia terlihat seperti kegelapan itu sendiri. Secara khusus, ia tengah memetik sebuah kelopak bunga. Kelopak demi kelopak, dari mawar itu dipetik dan jatuh ke lantai dengan suasana buruk.

"Padahal kau memiliki kesempatan untuk menyerah sebelumnya."

"Aku mengakuinya."

"Empat Kali."

Pria itu berbicara.

"Aku telah mengirimkan seorang utusan untuk memberikanmu kesempatan untuk menyerah, sebanyak empat kali. Namun, setiap kali, kau telah menggorok tenggorokan utusanku dan mengirimkan kembali mayatnya. Melihat bagaimana ia yang telah repot-repot datang untukmu, mari kita berbicara jujur. Aku ingin memenggal kepala indah Mu itu dan memajangnya di sebuah tombak."

Pria itu bergumam acuh tak acuh. Jika kau mendengarnya dari sudut pandang luar, cara dia berbicara saat kalimat terakhir itu seperti seolah-olah ia hanya berkomentar tentang betapa bagusnya cuaca.


Terlepas dari itu, jika kau dapat melihat  ke sisi yang lainya walau hanya sedikit kau akan belajar bagaimana salahnya perasaan itu. Dari Goblin lalu Orc dan akhirnya Ogre, monster besar yang saat ini tengah menjaga manusia tanpa meninggalkan celah sedikitpun. monster ini bisa saja memenggal lima ribu manusia yang tengah berkumpul di sini dengan cepat jika orang itu benar-benar memerintahkannya.

'...Untuk ukuran pria yang tampak normal, dia dapat memberikan tekanan kekuatan yang menakutkan seperti ini.'

Wanita bangsawan itu hanya bisa menelan ludah. Tanggung jawabnya untuk melindungi kehidupan warganya kini berada di pundaknya.

'Ia ingin menusuk leherku dengan tombak. Apakah ia benar-benar ingin melakukanya atau ia hanya mengancamku? Atau mungkin dia hanya sekedar mengujiku...'

Christiane Louise Von Volfusbrook.

Seorang wanita pahlawan yang dikenal sebagai 'Mutiara Utara' dari Kekaisaran.

Dia telah memulai pemberontakan terhadap pasukan Demon Lord. Sudah sekitar setengah tahun sejak Kekaisaran diserang oleh Iblis dan masih terdapat manusia yang belum sepenuhnya dikuasai oleh monster. Ia berpikir bahwa ada kemungkinan cukup tinggi untuk berhasil melakukan revolusi ini.

Tetapi sebelum dia bereaksi orang lain telah melakukannya.

Dalam hitungan hari, kontak antara kota-kota lain telah terputus, bahkan rute pasokan telah dijarah, dan bentengpun telah dikuasai. Akhirnya setelah ia mampu menenangkan diri, kota nya sudah jatuh hanya dalam empat bulan.

'Jadi inikah Demon Lord... ..'

Christiane Louise menggigit bibirnya kuat-kuat.

Salah satu dari 72 pillars, Dari semua Iblis.

Lord yang mengelola alkimia palsu dan semua retorika.

Iblis dari semua Iblis.

Dikenal sebagai Demon Lord yang memiliki banyak wajah.

Dantalian.

Demon Lord Dantalian.

Itulah nama dari pria ini.

Christiane Louise bergidik ketakutan.

'Satu kesalahan saja dan aku akan benar-benar dibunuh...'

Untuk menenangkan lututnya yang gemetar, Christiane Louise memikirkan kata-kata ayahnya sebelum kematiannya. 'Selalu bermartabat'. Itu benar. Sekarang waktunya untuk berperilaku seperti seorang bangsawan dan menanggapinya dengan tegas.

'Aku bisa saja menjual tubuhku jika itu diperlukan.'

Rumor bahwa Demon Lord di depannya ini adalah Iblis yang menyukai seks sudah menyebar luas.

Meskipun ia tidak berusaha untuk
membual, Christiane Louise cukup percaya diri dengan penampilannya sendiri.

Jika perlu, ia akan menjadi budak seks jika itu berarti dapat melindungi (nama baik) keluarganya.

Christiane Louise telah membulatkan tekadnya.

"Oh, Demon Lord yang agung-"

"Maaf, tapi bisakah kau tidak memanggilku seperti itu?"

Orang itu memotong ucapannya, dengan menunjukkan perasaan jijiknya.

"Apa yang kau maksud dengan, 'Oh, Demon Lord yang agung'. Aku merasa sangat mual hanya mendengar kata-kata itu, aku tidak akan terkejut
jikalau telingaku ini mencair secara instan. Ada lebih dari lima puluh Demon Lord yang menjelajahi benua ini. Aku ingin tahu apakah hanya aku satu-satunya 'Demon Lord yang agung'. "

"Lalu, aku harus memanggil anda dengan apa? Yang Mulia atau... ...?

"Cukup dengan 'Yang Mulia'."

Christiane Louise hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Ya, Yang Mulia. Mungkin aku dengan rendah hati menginformasikan pada Yang Mulia bahwa ada tiga alasan untuk anda dapat mengampuni nyawaku?"

"Hehh, begitukah? Katakan padaku hanya satu."

Pria itu mencabut kelopak bunga nya dan membiarkan satu kelopak merah itu jatuh perlahan.

"Aku tidak mempunyai banyak kesabaran."

“…!”

Rasa dingin mulai turun di tulang belakang Christiane Louise. Pria itu bahkan tidak memandangnya, namun rasanya seolah-olah ada ratusan pasang mata mengambang tak terlihat menatap ke arahnya.

'A-aku hanya berhalusinasi. '

Didalam mulut Christiane Louise telah menjadi kering.

'Ini tidak lebih dari permainan trik pikiran bagiku.'

Dia bergumam dalam pikirannya sebuah pepatah bijak yangtelah diwariskan dari generasi ke generasi dari keluarganya.

'Oh Leluhur. Janganlah menghormati ketidakadilan karena perkembangannya, dan janganlah mengabaikan keadilan karena seorang pemuda.'

Seperti seorang penjelajah yang berjalan menyusuri jalan pegunungan yang gelap sambil
mengandalkan obor yang jelek, Christiane Louise nyaris tidak mampu mengumpulkan keberaniannya untuk membuka mulutnya hanya dengan bergantung pada kebanggaan keluarganya.

"... Ada enam kota yang tersisa yang masih mendukung pemberontakan. Hal ini jelas bahwa itu akan mengambil sejumlah besar waktu dan tenaga untuk menaklukkan mereka semua."

Pria itu mengangkat bahunya.

"Memang. Aku sudah mendapatkan dorongan untuk bunuh diri saat berpikir tentang itu."

"Yang Mulia. Menguasai mereka tidak dengan tombak tetapi dengan kemurahan hati. Jika Yang Mulia menunjukkan toleransi dan mengampuni kami di sini, kota-kota yang lainnya secara alami akan menyerahkan diri mereka sendiri. Namun, jika Yang Mulia memperlakukan kami dengan kejam.... "

"Takut jika diperlakukan sama, maka mereka akan memberontak lebih keras lagi."

Laki-laki itu memotong perkataannya.

"Apakah itu yang kau maksudkan?"

"Benar, Yang Mulia."

Seperti yang diharapkan, ia mengerti dengan cepat.

Christiane Louise bisa melihat sekilas harapan kecil.

Pria di depannya ini tidak hanya Demon Lord yang tirani. Dia memiliki wawasan yang lebih luas. Singkatnya, kata-kata itu berhasil meyakinkannya. Tampaknya kesempatan untuk tetap hidup mungkin tidak menjadi harapan yang sia-sia. Christiane Louise berhasil menghilangkan ketakutannya.

Keheningan terus berlanjut.

Setelah memetik habis kelopak mawar itu, pria itu mengambil lainnya. Tanpa mengatakan satu patah kata pun, ia merobek seluruh bunga dari batangnya. Kelopak merah tersebar seperti salju, jatuh perlahan ke dalam tumpukan di kaki pria itu.

"-Telanjangi."

Satu kata singkat memecah keheningan. Itu nada yang sangat normal. Christiane Louise tidak bisa memahami situasinya. Dia hanya bisa berkedip karena terkejut.

"Maaf?"



"Baroness Von Volfusbrook. Kau telah memulai pemberontakan dengan kekerasan kekepalaanmu sendiri. Akibatnya, dua ribu warga kehilangan nyawa mereka. Tentu saja, mereka bukan berasal dari orang-orangku. Baik itu dua ribu atau dua puluh ribu, itu bukan urusanku. Tapi... .."

Pria itu mengangkat kepalanya secara perlahan.

Christiane bisa melihat mata pria itu untuk pertama kalinya.

Seolah-olah pupil berwarna hitam murni itu menusuk ke bagian terdalam dari hatinya.

"...Perilakumu. Semua.. Dua ribu orang yang telah meninggal adalah orang-orang-Mu. Di benua ini, satu-satunya yang dapat mengambil tanggung jawab untuk semua nyawa mereka adalah kau."

Pria itu mendesah.

"Beberapa menit yang lalu kau memohon kepadaku untuk mengampuni nyawamu sendiri. Kau tidak seharusnya melakukan itu. Bukan untuk hidupmu sendiri, tapi untuk kehidupan semua orang di sana. Kau seharusnya memohon untuk mengampuni nyawa orang-orang-Mu. Itu sebagaimana seseorang mengambil tanggung jawabnya."

"Yang Mulia. Ini... .."

"Baroness Christiane Louise
Von Volfusbrook. Kau adalah wanita yang baik dan cantik. Tidak lebih tepatnya, orang yang jahat. Aku menjatuhkan hukuman kematian yang memalukan."

Pria itu berdiri dari tempat duduknya.

Sekaligus semua monster yang mengelilinginya mengangkat senjata mereka. Warga menjadi ketakutan dan jeritan pun pecah. Setelah Demon Lord menjatuhkan hukuman kematian pada orang-orang ini.

"Kau akan ditelanjangi dan dipermalukan oleh tentaraku. Di depan semua warga sipil tersebut. Aku, Dantalian, peringkat ke-71 dan dijuluki dengan nama Different Faces , dengan ini akan menjatuhkan hukuman; Christiane Louise akan dicabut gelarnya sebagai bangsawan dan mati sebagai rakyat biasa."

"Yang Mulia... ..!?"

"Banyak nyawa yang akan berakhir
di sini. Menyesal dari lubuk hatiku karena aku telah memilih nama orang yang salah yang telah membuang nyawa orang lain dengan sia-sia."

Pria itu meninggalkan ruangan dengan acuh tak acuh.

Pergerakan tiba-tiba pria berjubah itu menyebabkan hembusan kecil di lantai, memaksa kelopak mawar yang awalnya diam kini
tersebar oleh angin. Dari belakang, Christiane Louise terus berteriak. "Yang Mulia!", Namun, pria itu tidak pernah berbalik.

Hari ini, wanita yang dikenal sebagai 'Mutiara Utara' telah dieksekusi.

Sekali lagi, sebuah benua harus dipaksa menyebarkan nama Demon Lord, Dantalian.



Demon Lord of Different Faces, Rank
71st, Dantalian

Bagaimana ia bisa menjadi seperti ini.

Sial. Ini bukan sebagaimana aku telah merencanakannya!

Christiane Louise muncul sebagai pahlawan dalam permainan juga. Perannya adalah untuk membantu protagonis, yang merupakan pahlawan, dalam urusan politik. Akhir di mana kau dapat mengatasi kesenjangan sosial antara satu sama lain dan akhirnya mencapai tujuanmu menikahi Christiane itu jauh disukai oleh penggemarnya.

Jelas, aku adalah salah satu penggemarnya.

Jika memungkinkan, aku ingin mengampuninya.

Melihat dia dalam kehidupan nyata, dia jauh lebih cantik daripada ilustrasi nya dalam sebuah permainan.

Oh Tuhanku. Seolah-olah dewi telah turun dari Surga.

Dalam keprihatinan yang terpengaruh oleh kecantikannya, aku terus menunduk. Satu-satunya alasanku terus memetik mawar adalah untuk menyembunyikan emosi gemetarku....

[1. Eksekusi]

[2. Pengampunan]

Seperti biasa, setiap kali sebuah keputusan penting akan muncul kotak pilihan. Sebuah kotak
transparan yang hanya terlihat oleh mataku. Tentu saja, aku mencoba untuk memilih pilihan nomor 2 untuk mengampuni mereka.

Tapi seperti percakapan yang berlangsung tadi, suasana hatiku kembali berubah dan berubah.

Bahkan jika kau tak tahu malu, bagaimana seseorang dapat memiliki sedikit rasa malu.

Dua ribu orang telah meninggal. Dua ribu. Terlepas dari kenyataan bahwa kotak pilihan yang aneh telah
muncul dan jendela stat yang tengah bersinar di depan mataku, ini benar-benar pilihan yang sulit. Dalam kenyataan ini, dua ribu orang meninggal hanya karena ambisi satu orang.

Bahkan tidak ada sedikit pun rasa bersalah dalam sikap Christiane Louise.

suasana hatiku mulai terasa dingin. kegembiraan yang aku rasakan ketika aku pertama kali bertemu secara pribadi dengan pahlawan wanita yang hanya aku lihat
melalui monitor komputer sampai sekarang, mulai hilang. Saat aku tersadar-Aku menemukan diriku telah memerintahkan untuk eksekusi yang paling memalukan.

Aku melakukannya lagi.

Aku menghela napas kecil dan berbicara dengan bawahanku.

"Kembalilah ke lapangan dan penggal kepala para tahanan."

"Ya? Haruskah kita tidak membuat mereka menderita lebih banyak?"

"Itu sudah cukup. Ini adalah contoh untuk kota-kota yang lain."

Bawahan itu menerima perintah dan berjalan kembali ke lapangan.

Tak lama setelah itu.

[1. Eksekusi]

[2. Pengampunan]

Tulisan-tulisan itu bersinar terang di udara.

Kata-kata itu kemudian pecah menjadi partikel putih dan melayang. Meskipun merasa mereka akan menghilang dalam setiap detik, partikel tiba-tiba pindah bersama-sama untuk membentuk kata-kata yang baru.

[Sebuah keputusan yang kejam dan tanpa ampun!]

[Benua ini takut dengan kekejamanmu.]

[Keburukan meningkat secara substansial.]

Kemudian kata tersebar seperti kelopak.

Informasi yang berisi penghujatan terhadapku kembali muncul yang di mana membuatku semakin depresi.

"Bagaimana bisa berakhir seperti ini."

Aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri.

Bukan seperti ini.

Poin utama, aku ingin hidup tenang.

Mana yang salah. Tentunya kelahiranku sendiri bukanlah kesalahan, kan? Itu saja? Dari awal hidupku memang tidak rasional.....

Aah, aku ingin menggosok [SENSOR] pada Christiane.

Tidak hanya Christiane, tapi aku ingin menikmati kehidupan yang menyenangkan dengan pahlawan lain seperti Romei atau putri Kaisar, Elizabeth.

Sejujurnya, saya tidak ingin bekerja sama sekali.

Serius, kenapa juga aku harus berakhir memiliki tubuh seorang Demon Lord.

Siapapun tidak apa-apa. Silahkan, seseorang memperbaiki hidupku yang telah rusak.....

Atau setidaknya berikan aku liburan satu bulan....!

Daftar Chaptet - Next Chapter>>

2 komentar:

Anonim mengatakan...

10 Best sunscreen with zinc oxide and titanium dioxide
10 Best sunscreen babylisspro nano titanium spring curling iron with zinc oxide and titanium dioxide · T.I.P. titanium easy flux 125 amp welder · columbia titanium pants T.I.S. ridge wallet titanium has been recommended by health professionals and medical grade titanium earrings professionals. · T.I.S. has been promoted by

Anonim mengatakan...

j848g6poeez117 masturbators,dildo,cheap sex toys,male masturbator,wolf dildo,vibrators,horse dildo,dildos,dog dildo q263i0pwmrd762

Posting Komentar