Translator : AnandhaZou
Editor : AnandhaZou
Chapter 12: Penelitian Saitou-kun
"Nee, tolong bantu penelitianku juga."
Cerita ini bermulai seminggu setelah kejadian mimpi buruk itu.
--Sudut Pandang Arakawa Kouki--
"Nee, tolong bantu penelitianku juga."(Saitou)
Saitou-kun meminta kepadaku dan Alice-chan untuk membantu dirinya pada saat memakan tempura di kantin sekolah. Jujur aku pikir itu merepotkan, tapi karena aku telah membantu Alice-chan alhasil aku tidak bisa menolak. Dan Alice-chan, yang memperoleh hasil yang mengagumkan setelah mendapatkan bantuanku sebelum akhirnya mengatakan "OK" jadi aku bertanya pada Saitou-kun apa yang harus kita lakukan.
"Nah seperti yang kau lihat, aku ingin membuat robot-pekerja sederhana dengan AI." (Saitou)
Hmm, sebuah Robot-Pekerja yah... ...
Sejak itu Saitou-kun, memiliki keinginan dia ingin menciptakan sesuatu seperti power suit militer, dan aku bertanya padanya.
"Apa jenis bentuk yang kau inginkan? Apakah Humanoid atau berbentuk Tank?" (Kouki)
"Tidak, itu akan berbentuk seperti kecoak kau tahu?" (Saitou)
Tunggu sebentar, apa yang ia katakan?
Aku pikir aku mendengar kata yang aku tidak pernah ingin dengar, tapi aku mungkin salah dengar. Wajah Alice-chan juga mengkerut saat ia meminum teh hitamnya, dan aku bertanya lagi.
"Apa yang kau katakan?" (Kouki)
"Seperti yang aku katakan, itu akan berbentuk seperti kecoak kau tahu?" (Saitou)
Dia mengatakannya dengan wajah tersenyum tanpa dosa.
Yang lebih penting, MENGAPA HARUS KECOAK?!
Aku bisa saja membuat permintaan yang tidak masuk akal seperti biasanya dan meminta sesuatu seperti tank sederhana dari ibuku "Okaa-san, jika kau mau?", Namun Mengapa hari ini kau malah berkeinginan terhadap makhluk hidup seperti itu?
Ayolah, lihat! Alice-chan bahkan sudah menangis.
"Untuk Robot-Pekerja aku pikir itu logis... ..." (Saitou)
Ini bukan soal logis atau tidak!
Mengapa harus mencontoh makhluk menjijikkan seperti itu?
Alice-chan membenci itu juga, jadi mari kita melakukan sesuatu yang berbeda, oke?
Setelah mengatakan ini biasanya ia jinak dan tenang Saitou-kun malah membentak.
"FUHII!? menjijikkan? Apa yang menjijikkan?!! Kecoak itu adalah makhluk yang menakjubkan kau tahu! Mereka memiliki bentuk yang sempurna yang tidak berubah selama 300 juta tahun terakhir, mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan apapun! Dan di antara serangga mereka merupakan Top-Class dalam hal kecerdasan kau tahu!? Tergantung pada jenis, bukan hanya meluncur tetapi beberapa spesies sebenarnya bisa terbang, dan mereka dapat bertahan hidup lebih dari 50 hari tanpa air! kemampuan belajar mereka tinggi, karena mereka belajar untuk menghindari tempat-tempat di mana yang terdapat racun, dan mereka juga mendapatkan resistensi terhadap obat sangat cepat! Mereka sempurna! Mereka tentu makhluk hidup yang mutakhir. Apalagi... ..." (Saitou)
Sementara menatap kearah Saitou-kun yang tengah membuat sebuah pidato, Alice-chan berbicara sambil menarik berpakaianku.
"Ada apa dengan Saitou-kun?" (Alice)
Entahlah, bahkan jika kau bertanya kepadaku sesuatu seperti itu aku tidak tahu.
Tentu saja, kesan pertamaku adalah bahwa dia adalah orang yang aneh, tapi baru-baru ini aku berpikir itu hanyalah sebuah kesalahpahaman.
Namun ketika melihat situasi ini, Tampaknya dia benar-benar orang yang aneh... .. Aku menghina seekor kecoak, dan sepertinya aku menyakiti sesuatu di dalam diri Saitou-kun.
Ketika aku mengatakan kepada Alice-chan tentang itu, dia mengangguk setuju.
"Apakah kalian berdua mendengarkan? Aku berada pada performa terbaik saat ini kau tahu!" (Saitou)
Apakah berbicara selama lima menit tentang keagungan ekologi kecoak masih belum cukup?... ...
Apa yang harus kukatakan, pada titik ini mungkin kami harus memanggilnya "Kecoak".
Aku sudah mengerti bahwa bentuk kecoak itu tak masalah akan tetapi, Alice-chan dan aku benar-benar tidak bisa menangkap sampelnya.(TLN: Laki-laki takut ama kecoak hahaha)
Ketika aku mengatakannya,
"Ya, itu baik-baik saja. Karena aku sudah "memilikinya" satu". (Saitou)
Saitou-kun mengatakannya dengan ekspresi yang tampak seolah-olah apa yang dia katakan itu nyata. Baik pantatku! Alice-chan bahkan sudah setengah menangis!
"Setelah sekolah hari ini, mari kita pergi bersama-sama dan memilih spesies yang akan kita jadikan modelnya di rumahku." (Saitou)
Kata Saitou-kun sambil tersenyum. Aku ingin mengatakan padanya bahwa itu terlihat mengerikan tapi aku terlalu takut dan hanya bisa mengangguk.
GasaGasa... ... (Rustle! Rustle!) Kata! (Rattle!) Kasakasa... .. (Rustle! Rustle!)
Hal pertama yang kami perhatikan ketika kami memasuki ruangan Saitou-kun adalah kasus-kasus(TLN: Bingung maksudnya apa. Yang jelas kayaktempat serangga gitu) perkembang biakkan terpasang di dinding....
Dan suara yang membuat kita merinding. Alice-chan hanya bertanya mengenai keadaan didalam tanpa memasuki ruangan.
"Um, Berapa banyak bug yang terdapat di sana?" (Kouki)
"Sekarang ada 8 jenis, dengan total 80 serangga." (Saitou)
Saitou-kun dengan gembira menjawab pertanyaanku. Dan ia mengambil keluar dari setiap kasus-kasus ini dan mulai menjelaskannya satu persatu.
"Kecoak Pohon Semanggi" "Kecoak Jepang"(Yamato Kecoa) "Kecoak Raksasa Jerman Amerika Selatan"....
Meskipun aku tidak dapat membedakannya, dengan sayang dia memanggil nama mereka satu persatu. Tidak ingin melihat lebih jauh lagi, aku bertanya apakah tidak apa-apa memegangnya.
"Ya Itulah yang aku pikirkan juga. Diantara yang lain yang pernah populer adalah "Kecoak Jerman" bagus, bukan?" (Saitou)
Dengan "Aku mengerti perasaanmu!" Semacam berbagi perasaan, Saitou-kun mendukung pendapatku.
Oi, Alice-chan, berhenti menatapku seperti "Jadi kau juga menyukai kecoak ya ..." yang benar saja!
Aku tidak suka makhluk-makhluk ini sama sekali!
Dari hari berikutnya dan seterusnya, kami mulai membuat robot di laboratorium Saitou-kun.
Pada hari pertama, Kecoa Jerman "Angel-tan"(TLN: Namanya greget) yang kami bawa sebagai sampel pergi dan terbang ke wajah Alice-chan, dan karena itu kami hampir kehilangan sampel berharga.
Setelah itu, karena kami terlalu khawatir dengan penampilannya, akhirnya Robot-Pekerja berbentuk kecoa tidak seperti yang telah kita rencanakan, melainkan itu kecoak asli dengan panjang 1 meter telah lahir. Ketika itu bergerak untuk pertama kalinya, tingkat realisme Alice-can membuat dirinya histeris dari belakang punggungku dan melarikan diri dari laboratorium dengan seluruh kekuatannya, sementara dengan tingkat realisme Saitou-kun, ia malah menggosokkan di pipinya dengan penuh kasih sayang.
Dan sekarang, kita kembali ke pokok masalah.
"Apa yang akan kita lakukan dengan pengaturan dari AI yang kita dapatkan dari ibu Arakawa-kun?" (Saitou?)
Saitou-kun membuka layar Program dan menatapku dengan tatapan bermasalah.
Hm... ..
Sampai saat ini robot ini terlihat sangat nyata, aku ingin melihat realisme yang sebenarnya dari diriku juga... ..
Mengatakan itu, kami bertiga masih dengan setia menatap layar.
Dan akhirnya, Saitou-kun memasukkan program untuk menangguhkan semua tindakan jika terjadi sesuatu "Slipper No.1", dan itu selesai.
--Sudut Pandang Robot-Pekerja Chabane-kun--
(TLN: Chabane merupakan bagian dari kata untuk kecoak Jerman)
Saya seorang robot yang dibuat oleh master saya.
(TLN: Di sini robot menggunakan bahasa formal)
Program menempatkan Prioritas dalam diriku sebagai berikut :
1. Master Alice tidak harus didekati. Selain itu, tidak menyerang manusia.
2. Membersihkan interior sekolah. Selain itu, dalam kasus di mana unit ini dapat menjadi bantuan bagi manusia, berdampingan dengan bantuan.
3. Tidak melakukan sesuatu yang tidak diperlukan.
4. Memastikan untuk tidak terlihat pandangan dan menyamarkan diri.
5. Kembali ke laboratorium pada interval tertentu.
Ke lima item di atas adalah prioritas saya. Untuk memulainya, saya telah memutuskan untuk menetap di gorong-gorong di bawah sekolah.
Dan, untuk tujuan membersihkan sekolah, saya memfokuskan perhatian saya untuk memproduksi lebih banyak kawanan. Mengambil komponen yang diperlukan dari lokasi seperti tempat pembuangan sampah, saya membuat kawanan tambahan.
Ketika jumlah melebihi 400, pada malam hari kami secara bersamaan melompat dari lubang dan mulai membersihkan akademi. Selama waktu itu, saya menyadari bahwa efisiensi pembersihan kami tidak cukup, dan oleh karena itu dilakukan evolusi diri.
Suatu hari, setelah menjalani hidup ini untuk beberapa waktu, saya bertemu manusia lain selain master sambil mengumpulkan sampah! Setelah manusia memandang ke arah saya, seakan-akan tidak ada yang terjadi.
Aku bertanya-tanya, Apakah dia tidak terkejut?
Lagipula, secara bertahap tidak ada lagi yang perlu dibersihkan di sekolah.
Itu benar, Mari membuat sesuatu yang disebut bunga tidur yang saya dengar dari master Kouki-sama sebelumnya. Siapapun yang menyebut dirinya manusia harus memiliki hati mereka mengatur ketenangan saat melihat bunga... ..
Jadi saya telah memutuskan, dan memproduksi lanjut kawanan demi memproduksi taman bunga. Saya bekerja keras mengumpulkan bagian demi bagiannya.
--Sudut Pandang Kaoru Yamamoto--
"Tempat ini bersih juga... .."
Baru-baru ini, aku berada di suasana hati yang baik karena interior akademi telah bersih. Aku selalu memberitakan betapa pentingnya kebersihan kepada para siswa, tetapi mereka tidak pernah mendengarkan.
Namun, akhirnya aku menyadari tidak peduli di mana aku berjalan di seluruh akademi, aku tidak melihat adanya setitik tunggal debu.
Selain itu, ketika aku datang ke belakang menara penelitian yang biasanya diisi dengan sampah, pada saat itu juga pikiranku terhenti saat aku melihat sesuatu. Di depan mataku, ada sekantong sampah yang tergantung di leher kecoak berdiri dengan dua kaki. Kecoak dengan panjang beberapa meter sedang mengangkat sampah di belakangnya sambil berjalan... ..
Berpikir bahwa itu tidaklah nyata, aku kembali ke jalan di mana Aku datang dan pulang ke rumah. Aku pasti lelah, itu sebabnya aku melihat hal seperti itu, ya itu benar.
Hari itu aku tidur nyenyak, aku memutuskan untuk mengambil cuti dan menghabiskannya untuk tidur. Dan hari berikutnya, ketika aku pergi ke akademi aku melihat lagi hal yang mustahil.
Ada perkebunan penuh dengan bunga yang terbuat dari sampah daur ulang di sekolah.
Selain itu, diatur sedemikian rupa agar tidak membuatnya tampak menjijikkan, seakan akademi itu dari sebuah adegan di film.
Apakah seseorang memanggil kontraktor?
Aku pergi dan menegaskan bahwa tidak ada yang melakukan hal seperti itu.
Rapat staf akhirnya menyimpulkan bahwa itu hanyalah keusilan siswa. Tapi apakah siswa mampu menutupi bagian exterior dari menara jam pusat? Berpikir seperti itu, aku melihat keluar jendela dan melihat kecoak berkaki dua yang sama berjalan dengan memegang alat penanam.
Mungkin aku masih lelah... ..
<< Previous Chapter - Next Chapter >>
0 komentar:
Posting Komentar